Jobseeker yang mainstream!

Hadir di semua job fair, membuat CV yang menarik, ngelamar semua posisi yang ada, pokoknya full of lamaran, itulah hidup saya yang berjalan pada tahun 2015. Menjadi sarjana Psikologi dari Universitas yang cukup ternama, bukan berarti membuat saya mudah untuk mendapatkan kerja di area region saya sendiri, which is itu adalah Jawa Timur. Saya akui, dengan predikat freshgraduate yang melekat pada diri saya, nggak susah untuk nyari lamaran dengan posisi yang sesuai dengan background kuliah saya.

Saya selalu inget, lamaran pertama saya adalah untuk PLN, perusahaan BUMN yang katanya sih idaman para anak Teknik Elektro (CMIW). Dengan kondisi badan yang baru saja keluar dari RS karena positif demam berdarah, sayapun berangkat ke Jogja bersama the one and only mama saya! 
Total 3 hari saya di Jogja, dan hasilnya pun akhirnya gagal di tes pertama. Rasanya pasti sedih dan sedikit kecewa, tapi itu semua terobati dengan manisnya wisata jogja.
Yang kedua, lamaran saya adalah untuk PT. Astra International, Tbk yang mana itu adalah salah satu impian perusahaan teman-teman saya sepantaran. Posisinya pun posisi MT, yang saingannya anak Teknik semua. Nggak lama setelah apply di job fair, saya pun terpanggil dan menjalani beberapa rangkaian tes. Tes pertama adalah psikotest, kedua adalah FGD. Yang saya inget, saya adalah satu-satunya anak non-sains pada saat FGD itu. Semuanya jurusan matematika, teknik dsb, dan finally, saya pun gagal dalam posisi MT Astra International. Beberapa bulan kemudian saya di kabarin kalau mau dioper ke anak perusahaan Astra, akan tetapi karena saya yang dulu adalah anak yang pemikirannya keras dan takut sama daerah industrial, akhirnya saya menolak tawaran untuk dioper tersebut.

After a long long time ago, begitu banyak kecemasan yang berputar-putar di otak saya. Melihat teman-teman sudah bekerja dan melanjutkan sekolah mereka, jujur itu pressure yang cukup membuat saya berpikir keras. Di tengah-tengah kecemasan itu, akhirnya saya iseng mendaftar suatu project bareng LPTUI (Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia), menjadi salah satu team rekrutmen mereka adalah pembuka karir saya di dunia HR khususnya di bidang Rekruitmen.
Kenal sama banyak orang, mulai pakai alat tes psikologi dan memahami apakah arti bekerja sebenarnya?
Saya putuskan untuk merantau di Jakarta, dengan modal alakadarnya!! Yang saya syukuri adalah untungnya saya punya kakak yang tinggal di Bekasi, sehingga paling tidak untuk kehidupan saya selama menjadi jobseeker ini bisa dibantu, dari tempat tinggal hingga uang transportasi. Bekerja sebagai rekruiter yang hanya sebagai part time job, tentunya penghasilannya pun ngga seberapa. Yah, paling engga bisa buat ongkos dan lain-lain lah ya :D

Selama menjadi rekruiter, ada semangat tersendiri ketika melihat ribuan job seeker yang sedang bersaing menhadapi serangkaian test untuk memperebutkan posisi di suatu perusahaan. Disela-sela menjadi seorang rekruiter, saya juga ngga pernah berhenti untuk apply pekerjaan di perusahaan swasta di Jakarta. 
Pada suatu titik saya pernah merasa sangat down dan merasa ingin berhenti saja mencari kerja kemudian merintis bisnis Villa yang saya geluti dari kuliah. Tapi, keluarga disekeliling saya, mama, papa, kakak, selalu support saya untuk mencoba untuk merintis karir di HR. Hingga pada akhirnya, doa-doa mereka, ikhtiar saya, dijawab sama Allah. Iya Allah mempertemukan saya dengan pekerjaan yang sekarang dengan cara yang luar biasa unik dan indah.
Bukan perusahaan padat internasional atau BUMN, tapi perusahaan ini merupakan langkah awal saya dan tempat luar biasa saya untuk membentuk apa yang saya bisa, apa yang saya develop. Menjabat sebagai "orang HR" merupakan impian saya dari saya kuliah, dan it's happend! Sungguh rencana Allah emang ngga ada yang tau. dan saya rasa semuanya nggak akan sia-sia!

Beberapa hal yang saya pelajari dari proses kita dalam menjadi seorang jobseeker :
  1. Bikin CV seakan kamu profesional di bidangmu!
  2. Psikotes akan bisa kamu hadapi, ketika kamu rajin berlatih.
  3. Jangan faking good dalam tes kepribadian! Tunjukkan kepribadian kamu
  4. Jadilah orang yang bisa membaca situasi ketika ada Interview, atau FGD, pelajari skillmu yang akan kamu jadikan nilai plusmu nanti!
  5. Jaga Kesehatan untuk Medical Check Up
  6. Jangan lupa bersyukur!
  7. Perbanyak berdoa
Sekian sharing dari segi karir saya! Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca!
See you on top!


Komentar